Showing posts with label story. Show all posts
Showing posts with label story. Show all posts

Thursday, 22 December 2011

YES! I'M IN SEOUL!!!!

Posted by plopipay at 20:57 0 comments
Kurang lebih sebulan yang lalu, gue berangkat ke salah satu tempat yang pengen banget gue kunjungi, ya Korea Selatan. Selama disana banyak banget hal menyenangkan terjadi sama gue, hal yang mungkin merupakan sebuah life-changing buat gue, hal yang baru pertama kali gue alami. Bahkan sampai sekarang kalo gue inget-inget tentang delapan hari gue yang indah selama disana, gue ga bisa berhenti ngembangin senyum. Gue merasa beruntung, bukan cuma karena gue bisa berangkat kesana, tapi karena hal-hal menarik yang gue alami selama disana. 

Amazing! 
Itu kata-kata yang pertama kali keluar dari mulut gue ketika pesawat baru landing, amazing karena akhirnya gue bisa berada disini, amazing karena ini semua hasil jeripayah gue dan ponakan gue selama beberapa bulan sebelumnya untuk ngumpulin duit, dan amazing karena bahkan sampai sekarang gue masih ga percaya ini terjadi sama gue. 

inside incheon airport
Jujur aja, ini bukan pertama kalinya gue berangkat ke luar negeri, tapi ini pertama kalinya gue usaha keras buat menghasilkan uang sendiri untuk bepergian dan rasanya spektakuler. Ide ini muncul sekitar bulan maret-april. Saat itu kita lagi dalam penerbangan dari Malaysia ke Indonesia, tiba-tiba ponakan gue bilang "kenapa kita ga coba ke korea akhir tahun ini" gara-gara satu kalimat singkat itu, gue dan dua ponakan bertekat untuk mengumpulkan uang demi berangkat tahun ini. 

Bukannya orang tua ga mampu membiayai, tapi kita pikir meminta uang sebanyak itu cuma buat berlibur dan bersenang-senang rasanya bakalan bikin beban orang tua, instead we collect our own money. and VOILA~ WE'RE HERE!

Tepatnya tanggal 16 November, waktu itu kita udah sampai di Incheon Airport. Gue bener-bener amazed sama airport ini, desainnya rumit dan elegan. Dengan hati riang, gue melangkahkan kaki walaupun dalam hati sedikit deg-degan. Gue tiba sekitar jam 11 malem, makanya kita mutusin untuk menginap dulu di penginapan di daerah Incheon. Gue dan salah satu ponakan gue, Bela nyoba make telepon umum buat nelpon pemilik guesthouse biar bisa menjemput kita di bandara. Coba utak-atik telepon tersebut sampai beberapa menit tetep ga bisa dipake buat telepon. Tiba-tiba ada bapak-bapak menghampiri gue dan ngasih tau cara buat make telepon tersebut tapi tetep ga ngerti, terus tau apa yang terjadi? Bapak-bapak tersebut mengeluarkan hp miliknya dan meminta nomor yang mau kami hubungi, bapak tersebut berbicara dalam bahasa korea meminta pemilik penginapan untuk menjemput kami. 

Gue bener-bener takjub sama kebaikan hati orang tersebut, jujur aja deh awalnya gue sempet takut waktu itu bapak tersebut mendekati kami soalnya saat itu bandara udah bener-bener sepi. Gue mengucapkan terima kasih berulang-ulang. Beberapa menit kemudian gue shock karena gue baru inget bapak-bapak tadi adalah seorang supir taksi yang tadi sempet nawarin taksi ke gue. Ga nyangka aja, instead nawarin untuk nganter kita ke penginapan dengan taksinya dan menambah penghasilannya, dia malah membantu menelepon menggunakan hpnya sendiri. Driver ahjussi, jeongmal gamsahamnida, I will never ever forget your kindness toward us. If its not you we might be stay over night in the airport. Thank you :)

Sambil nunggu jemputan, gue sama ponakan gue yang satu lagi, Rema, iseng-iseng keluar untuk foto-foto, dan itu bener-bener satu pengalaman pertama gue yang sangat luar biasa ketika gue untuk pertama kalinya merasakan hawa dingin musim gugur. gue sempet startled, karena biasanya di daerah gue keluar ruangan berarti lebih panas, tapi malem itu begitu keluar gue langsung disambut angin lembut dengan hawa dingin yang menyenangkan, untuk sepersekian detik gue kira gue masuk ke dalem kulkas... hehe.. menyenangkan.

Ga lama kemudian jemputan kita dateng, dan kita semua langsung dianter ke guesthouse menggunakan van. Selama 2 malem kita bakal nginep di Global Guesthouse, ini sebenernya apartemen gitu, makanya pas gue masuk ke kamar gue, lagi-lagi gue dibikin kagum, kamarnya luas dan lengkap isinya, ada tempat masak, ada mesin cuci, tempat jemur, dll. View keluar kamar juga ga kalah indah. 
Malam itu merupakan salah satu malam terbaik gue. Bahkan sebelum tidur gue masih sempet senyam senyum kayak orang gila saking senengnya.

Besoknya, sekitar jam 9, gue, bela, rema, dan satu temen gue ririn, siap berangkat menuju kota Seoul. Dari Incheon ke Seoul bisa menggunakan bus, KRX, atau taxi. Nah untuk yang Bus dan KRX naiknya mesti dari Incheon Airport. Jadilah pagi itu gue sama yang lain menuju airport dulu sebelum naik KRX. Suasana pagi disana menurut gue cantik, langitnya gloomy dengan warna putih keabu-abuan yang lembut dan juga hawa dingin yang bener-bener nyenengin. 

Bandara yang terlalu luas itu bagus sih, keren sih, tapi menyebalkan yaaa karena mau menuju ke airport railroad aja jalannya jauh banget, tapi untungnya bangunan airport artistik banget jadi ga bikin bosen.

Incheon Airport
Dari Incheon ke Seoul menggunakan KRX itu makan waktu sekitar 40 menitan, karena terlalu excited gue sampe ga bisa tidur pules selama perjalanan, keburu pengen liat pusat kotanya Korea Selatan XD. Setibanya disana lagi-lagi gue takjub sama keindahan kotanya. Semua terlihat teratur, rapi, bersih, dan meskipun banyak kendaraan ga tau kenapa udaranya masih terasa segar.

Gue dan yang lain ga buang-buang waktu untuk segera menikmati kota Seoul, kita berjalan-jalan kaki sambil melihat keindahan sekaligus kesibukan kota ini. Bener kata orang-orang yang pernah kesini kalau Seoul itu kota yang paling enak dinikmati dengan berjalan kaki. Dikiri-kanan jalannya terdapat bermacam-macam ragam coffee shop, mulai dari yang mungil sampai yang bangunannya sedikit mewah. Saat itu kita udah ada tujuan mau ke Handel & Gretel, coffee shop milik orang tua dari kpop artis Yesung (Super Junior member) jadi kita menahan diri untuk ga mampir ke coffee shop yang terlihat cute di sepanjang jalan. dan nyari Handel & Gretel ini bukan perkara mudah! Kita ngelilingin Yeouido berjam-jam demi menemukan tempat ini. Sambil mencari, gue juga sempet liat gedung KBS,  itu loh, broadcast yang biasa menayangkan drama-drama korea yang jadi favorit cewek-cewek keke... Terus juga sempet ke Yeouido Park, taman indah yang berada ditengah-tengah gedung pencakar langit.

Jadi tuh katanya, Yeouido Park itu sengaja dibuat di tengah-tengah bangunan-bangunan kantor yang tinggi biar para pekerja dan karyawan kantor bisa sedikit rileks dan ga terlalu tertekan. Baik banget yak pemerintahnya.

Crossbridge
 
Yeouido Park

me at yeouido park. *excuse my stupid-looking-face* keke

still at yeouido park, yeppoji?

KBS building

Abis berjam-jam jalan kaki, akhirnya nemu juga itu yang namanya Handel & Gretel, tempatnya sebenernya sih kalo udah paham wilayah yeouido bakal gampang banget dicari tapi namanya kita baru pertama disini jadi ya ribet sampe jalan kaki lebih dari 4 jam buat nyari tempat ini tapi worth banget sih karena ada moment-moment lucu selama berada di cafe ini :3


-to be cont

Wednesday, 30 November 2011

Sweet November

Posted by plopipay at 02:33 0 comments
Here's my first short story ever, you may read it and give a comment. any comments will do, don't hold yourself xD

---

Aku menatapnya dari kejauhan, ia terlihat sedang asyik berbicara dengan seseorang yang aku rasa teman dekatnya. Ia tertawa manis sekali, sesekali tangannya membenarkan posisi syal berwarna hitam yang tergantung di lehernya. Aku mengamati setiap gerak-geriknya, aku ikut tersenyum ketika ia melontarkan candaan-candaan ringan kepada temannya. Aku rasa orang-orang yang duduk disekitarku menganggapku gila tapi aku tidak peduli, aku terus memperhatikannya, bila mata kami tak sengaja bertemu, untuk sepersekian detik aku merasa jantungku akan lepas seketika. Rasanya ingin sekali aku menuju kearahnya dan bertanya siapa namanya, darimana asalnya, apakah ia ingin berteman denganku. Hihihi…. Aku merasa sangat konyol mempunyai pikiran seperti itu, benar-benar bukan diriku jika aku melakukannya.

Akhirnya kereta berhenti di stasiun tujuanku, menyedihkan, mungkin aku memang hanya diberikan kesempatan untuk menatapnya disepanjang perjalanan tadi. Sengaja aku berdiri di pintu paling ujung tempatnya berdiri sambil menunggu kereta benar-benar berhenti. Aku hanya menunduk, tentu saja aku tidak berani menatapnya dari jarak sedekat itu, jarak dimana aku bahkan dapat mencium aroma parfumnya.
Pintu kereta akhirnya terbuka, entah kenapa semua proses terasa lambat, maksudku semuanya terlihat seperti slow motion didalam film-film action. Mungkin karena aku terlalu tidak ingin keluar dari kereta ini, tidak sebelum aku berhasil berbicara dengannya tapi toh aku akhirnya melangkahkan kakiku keluar kereta. Aku memberanikan diriku menatapnya sambil dalam hati berkata “selamat tinggal”.

Ia tersenyum! Ia balas menatapku dan tersenyum. Entah aku bahkan tidak bisa membedakan apakah saat ini aku sedang berimajinasi atau ia memang sedang tersenyum padaku. Jantungku berdetak dengan kencang, ia benar tersenyum kearahku, dengan malu-malu aku membalas senyumannya, aku yakin saat ini wajahku pasti tidak jauh beda dari warna udang yang telah direbus.

Aku sadar itu hanyalah sebuah senyuman, sebuah senyuman tidak lantas membuatku dapat bertemu lagi dengannya, tapi setidaknya nanti ini akan menjadi salah satu kenangan yang menyenangkan selama aku berada di Seoul. Ini pertama kalinya aku berada di Seoul, dan tempat ini adalah tempat yang selama ini kuidam-idamkan. Aku bahkan memilih pergi kesini pada bulan November, dimusim autumn, musim yang paling aku sukai. Aku ingin membuat kenangan seindah mungkin di negeri dan dimusim favoritku ini.

---

“Apa yang sedang dilakukannya saat ini?” pikirku sembari menyeruput segelas coffee americano favoritku. Semenjak hari itu aku tidak bisa berhenti memikirkannya, aku tau ini terdengar gila tapi apa mungkin sindrom cinta pada pandangan pertama telah menghampiriku?

Aku berbohong ketika aku berkata sebuah senyuman sudah cukup untukku. Itu tidaklah cukup, aku ternyata menginginkan sesuatu yang lebih, aku ingin mengenalnya, aku ingin berbicara banyak dengannya. Entahlah tapi aku merasa aku telah lama mengenalnya, ini semua terdengar sangat tidak masuk akal tapi aku bersungguh-sungguh. Terkadang aku bahkan hampir menangis karena merindukannya. Oh, aku bahkan saat ini melihatnya didepan kasir sedang memesan menu yang sama denganku, dia mebawa nampannya berjalan kearah mejaku. Tentu saja imajinasiku pasti sedang bermain dengan leluasa, aku tidak dapat menghentikannya! Imajinasiku mulai menggila, ia duduk dihadapanku dan tersenyum menatapku. Aku memejamkan mataku sembari dalam hati terus berusaha menenangkan diriku, aku sedikit takut jangan-jangan otakku mulai terganggu. Bagaimana mungkin pria itu tiba-tiba muncul dihadapanku seperti ini, aku pasti sedang ber…

“Hai……” sapa seorang pria yang aku tahu pasti siapa. Ia tersenyum lebar kearahku, ia saat ini benar-benar berada dihadapanku, tidak..tidak.. ini pasti bagian dari imajinasiku yang terlalu tinggi.

“Hey…..” sapanya sekali lagi, kali ini ia terlihat bingung, mungkin ia bingung melihat ekspresi wajahku yang membeku. “ah…maaf..” katanya lagi kemudian bersiap untuk pergi dari mejaku mungkin karena merasa tidak enak denganku atau entahlah. Aku bergegas menahannya, “tunggu!!” “apa kau nyata?” tanyaku membuatnya mengeluarkan tawanya yang terdengar renyah membuatku berpikir dalam hati bahwa ia memang tidak nyata.

“kau ingin tau?” tanyanya dan kubalas dengan anggukan pelan. Ia menatapku dan aku balas menatapnya, perlahan tapi pasti tatapannya terasa makin dalam, makin lama makin dalam, aku bahkan dapat merasakan hembusan nafasnya diwajahku. Lama kelamaan makin dekat hingga kurasakan bibir lembutnya menyentuh bibirku. Aku benar-benar tidak tau apakah ini mimpi ataukah ini benar terjadi, dalam hati aku ingin menghentikannya, kalau ini benar hanya imajinasiku, ini sudah keterlaluan, aku harus menghentikannya, tapi aku tidak juga memintanya berhenti hingga akhirnya ia melepaskan bibirnya dariku. Aku membuka mataku dan kulihat ia tersenyum menatapku.

“apa aku sudah terlihat lebih nyata untukmu?” tanyanya lembut

“tidak…ini tidak benar. Kau hanyalah bagian dari imajinasiku yang berlebihan. Dalam beberapa saat kau akan hilang dari pandanganku.” Aku benar-benar bingung.

Ia lagi-lagi tersenyum dan menatapku tajam, aku balas menatapnya. Tatapan matanya terasa sangat hangat dan menyenangkan, sama seperti tatapan matanya kala itu. Saat ini baru aku yakin bahwa pria yang selama ini kupikirkan, yang selama ini membuatku bertanya-tanya, benar-benar nyata dihadapanku dan ia bahkan sempat menciumku.

“menciumku…kenapa kau tadi menciumku??” tanyaku heboh membuatnya terkejut, aku merasa seperti baru tersadar dari lamunan panjangku.

“maafkan aku, kau sendiri yang tadi memintaku melakukannya secara tidak langsung”

“aku?”

“aku benar-benar minta maaf.” Pintanya dengan wajahnya yang penuh rasa bersalah membuatku menjadi tidak tega. Sejujurnya, aku tidak tau apakah aku marah atau malah senang karena ia terang-terangan menciumku.

“Lalu bagaimana kau bisa mengenaliku?” tanyaku beberapa saat kemudian

“entahlah, aku tadinya berjalan melewati coffee shop tersebut dan begitu melihatmu, aku merasa sangat senang, seperti melihat teman lama. Apa itu bahkan masuk akal?” Jawabnya jujur, tentu saja membuatku senang mendengarnya karena itu artinya ia merasakan hal yang sama denganku.

“hmm….aku sebenarnya juga merasakan hal yang sama, bahkan ketika pertama kali melihatmu di kereta waktu itu, aku merasa sudah lama mengenalmu.”

“kereta? Kereta?? Aku kira aku bertemu denganmu di taman.” Ia mengerutkan dahinya, bingung, aku merasakan sedikit kekecewaan dalam diriku, karena ternyata ia tidak begitu mengingatku.

“kau tidak mengingatnya?”

Ia tertawa melihat ekspresiku yang sudah tidak jelas antara sedih, marah, dan kecewa. “tentu saja aku mengingatnya, bodoh. Bagaimana mungkin aku melupakan saat itu, dimana ada seorang wanite berambut panjang dengan mata besar yang indah menatapku sepanjang perjalanan dan selalu tersenyum mendengar candaan-candaanku. Senyuman wanita itu bahkan tidak bisa lepas dari pikiranku, senyumnya membuatku merasa nyaman” terangnya panjang lebar, membuatku tidak bisa berhenti mengembangkan senyum bahagiaku.

Kami berjalan bergandengan tangan menyusuri tepian sungai Han, berbicara banyak mengenai kehidupan kami masing-masing, ia orang yang sangat menyenangkan, ia senang membuat lelucon yang mampu membuatku tertawa terbahak-bahak, aku benar-benar beruntung bertemu lagi dengannya. Bangunan dan jembatan dengan kilauan lampu-lampunya membuat pendangan sekitar sungai Han mejadi jauh lebih indah malam ini. Aku berkata padanya “hari ini adalah hari terindah untukku, aku tidak menyangka akan bertemu denganmu dan menghabiskan hari terakhirku disini bersamamu. Aku pastinya tidak akan melupakannya.”
Ia mempererat genggaman tangannya padaku dan mengambil sebuah koin disakunya kemudian melemparkan koin tersebut kedalam sungai. Ia berbisik pelan namun masih bisa terdengar olehku “Aku ingin wanita disampingku berbahagia dimanapun ia berada”.

Tanpa sadar air mataku mengalir, aku tidak sedang bersedih, juga tidak sedang menyesal karena mungkin ini adalah benar-benar menjadi kali terakhirku berasamanya. Aku yakin ada alas an kenapa kami harus bertemu lagi tepat dihari terakhirku disini, ada alas an kenapa kami berdua tidak membuat janji untuk bertemu dikemudian hari.

Ia menatapku dan tersenyum manis sekali, lebih manis dari biasanya, ia memelukku dengan erat, “jangan menangis, aku ingin melihat senyummu sebelum akhirnya kita berpisah, sama seperti kala itu” bisiknya pelan.
Aku balik menatapnya dan tersenyum padanya, “selamat tinggal” kataku.

“Goodbye Seoul, goodbye autumn, goodbye my sweet November” 
 

Complete Mess Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review